PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPP) menggelar kegiatan trauma healing bagi siswa SD Negeri 1 Kebondalem, Senin (12/10/2026).
Kegiatan berlangsung dengan suasana ceria dan penuh antusias. Para siswa mengikuti berbagai aktivitas interaktif, mulai dari bernyanyi, permainan edukatif hingga kegiatan yang memadukan unsur hiburan dan pembelajaran (edutainment).
Kegiatan tersebut merupakan upaya mendukung pemulihan psikososial anak pascakasus perundungan (bullying) yang berujung pada meninggalnya seorang siswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat kembali merasa aman dan nyaman saat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Pelaksanaan trauma healing ini melibatkan sejumlah pihak, yakni Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dindikpora), Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pekalongan, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga Samawa), Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) Kecamatan Pemalang, serta Forum Anak.
Penelaah Teknis Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang, Dede Nadiyanah, menyampaikan bahwa trauma healing menjadi langkah penting untuk membantu memulihkan kondisi psikologis siswa yang mengalami maupun menyaksikan tindakan perundungan.
“Kami ikut langsung bermain dan bercerita bersama anak-anak. Tujuannya agar mereka merasa aman, nyaman dan berani menceritakan apa yang mereka rasakan,” ujarnya.
Sementara itu, Konselor Layanan Puspaga Samawa Dinsos KBPP Kabupaten Pemalang, Anugrah Fitria Berliannanda, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif dan sesi menulis surat untuk diri sendiri di masa depan.
Para siswa tampak aktif dan ceria mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Berbagai aktivitas tersebut dirancang untuk membangun interaksi positif, menumbuhkan harapan serta menciptakan suasana yang nyaman bagi anak-anak.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat kembali merasa aman dan nyaman saat bersekolah, memahami pentingnya saling menghargai serta berani mencari bantuan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan.
Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan bahwa pencegahan perundungan dan pemulihan psikososial anak membutuhkan dukungan bersama dari sekolah, keluarga, pemerintah dan lingkungan sekitar.
Sekolah harus menjadi ruang aman bagi setiap anak untuk belajar, bertumbuh, dan meraih masa depan tanpa rasa takut. Oleh karena itu, kepedulian dan keterlibatan semua pihak sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan bebas dari perundungan.
Kontributor: Anugrah Fitria Berliannanda
Dapatkan update berita dan informasi terbaru setiap hari dari Pemerintah Kabupaten Pemalang. Mari bergabung di Channel Telegram "Pemerintah Kabupaten Pemalang", caranya klik link https://t.me/pemkabpemalang, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.