Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar talkshow dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (Mayday) Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Pemalang, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam mendorong kesejahteraan buruh sekaligus menjaga keberlangsungan usaha.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan buruh tidak bisa dilakukan secara sepihak, melainkan harus melalui kolaborasi semua pihak. Ia menyebut ada tiga unsur utama yang harus terlibat, yakni pemilik usaha, serikat pekerja, dan pemerintah sebagai pengawal kebijakan.
“Ini bukan misi salah satu pihak, tetapi misi bersama. Yang paling utama adalah menjaga keberlangsungan usaha (going concern). Kalau masing-masing mementingkan kepentingannya sendiri tanpa memikirkan keberlanjutan, usaha bisa berhenti. Karena itu, perlu duduk bersama, berdiskusi, dan pemerintah hadir mengawal regulasinya,” ujar Bupati.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pemalang, Diyah Lestari Hidayanti, melaporkan bahwa jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Pemalang saat ini mencapai 197.890 tenaga kerja. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan regulasi pemerintah daerah yang mewajibkan pekerja mengikuti program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Adapun program tersebut meliputi jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kehilangan pekerjaan. “Sepanjang Januari hingga April 2026, kami telah menyalurkan 6.331 klaim dengan total nilai mencapai Rp47,4 miliar,” jelasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi (DTKPT) Kabupaten Pemalang, Umroni, menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memfasilitasi masyarakat dalam mengakses lowongan kerja dan menghubungkannya langsung dengan perusahaan.
“Kami mewadahi lamaran masyarakat dan mengomunikasikannya ke perusahaan agar peluang kerja di Pemalang bisa dimanfaatkan secara optimal, apalagi saat ini mulai tumbuh perusahaan-perusahaan baru,” ungkapnya.
Di sisi lain, perwakilan APINDO, Adi Timor Wijaya, menyampaikan bahwa pengusaha pada prinsipnya ingin memberikan yang terbaik bagi karyawannya. Namun, ia menekankan pentingnya kondisi usaha yang kondusif, termasuk kemudahan perizinan serta stabilitas ekonomi.
“Dunia usaha sangat dipengaruhi kondisi mikro dan makro, baik nasional maupun global. Karena itu, perlu dukungan bersama agar usaha tetap berjalan dengan baik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pemalang memberikan sejumlah penghargaan, di antaranya kepada PT Ciomas Adisatwa Pemalang sebagai perusahaan dengan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) paling awal, serta RS Prima Medika Pemalang sebagai perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas.
Selain itu, penghargaan merek kolektif “Apem Wanarata” diserahkan kepada Kepala Desa Wanarata, serta dilakukan penyerahan santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada empat ahli waris.
Rangkaian peringatan Mayday 2026 di Kabupaten Pemalang tidak hanya diisi talkshow, tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti fun walk, cek kesehatan gratis, donor darah, bazar pangan murah, panggung hiburan, hingga pembagian doorprize.
Dapatkan update berita dan informasi terbaru setiap hari dari Pemerintah Kabupaten Pemalang. Mari bergabung di Channel Telegram "Pemerintah Kabupaten Pemalang", caranya klik link https://t.me/pemkabpemalang, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.