Pemalang – Puluhan relawan Tagana (Taruna Siaga Bencana) hari ini melakukan gladi kotor simulasi penanganan bencana alam di Lapangan Desa Penakir Pulosari yang digelar Kemensos RI. Minggu (17/5/2026)
Ketua Tagana Kabupaten Pemalang, Ria Kurniawan mengatakan kegiatan simulasi penanganan bencana merupakan langkah baik dari Kementerian Sosial yang menggiatkan penanganan bencana berbasis masyarakat. Ia menuturkan, Hari ini kegiatannya adalah bagaimana pembelajaran yang dilanjutkan dengan simulasi mengenai langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan apabila nanti terjadi bencana.
Beberapa materi pelatihan dari Kementerian maupun BPBD yang dilaksanakan sebelumnya sudah baik termasuk materi Direktori SOP mapping dan lainnya yang diberikan dalam rangka supaya mereka benar-benar menguasai benar tentang potensi apa saja yang terjadi di sini dan bagaimana cara penanggulangannya dan menurut Ria ini adalah langkah yang sangat bagus untuk membentuk penanganan bencana yang berbasis masyarakat.
“Hari ini kita merekrut 60 anggota yang nanti senin besok pada 18 Mei 2026 dikukuhkan oleh Bapak Bupati di Pendopo,” ujarnya.
Terkait itu Ia menyampaikan banyak terima kasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia yang sudah merespon dengan cepat sekali ketika Pemalang punya banyak potensi bencananya.
Beberapa kampung siaga bencana yang sudah ada di Kabupaten Pemalang seperti yang disebutkan Ria yaitu di Kecamatan Watukumpul, Kecamatan Ulujami dan Kecamatan Pulosari. Menurut Ria ini sudah sangat mewakili.
“Kalau di Pulasari setelah di assessment ternyata sangat komplit, ada erupsi dan kemarin yang tidak terduga bencana banjir bandang kemudian potensi tahunannya yakni kekeringan dan puting beliung juga termasuk potensi potensi di mana itu bisa terjadi bencana alam.
Dengan adanya kegiatan simulasi harapannya nanti masyarakat semakin sadar bagaimana cara penanganannya kemudian langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan apabila terjadi bencana baik erupsi maupun banjir bandang.
“Mereka diharapkan sudah terlatih karena berbasis masyarakat. Mereka bisa melakukan langkah-langkah sampai ke evakuasi bahkan sampai shelter-shelternya, pendampingan psikologi sosialnya pun mereka sudah terlatih,” ungkap Ria.
Untuk evakuasi mandiri seperti diungkapkan Ria bahwa di masyarakat ternyata banyak kearifan lokal yang sudah terbentuk dari dulu. Mereka bahkan bisa menggunakan alat seadanya untuk melakukan evakuasi-evakuasi korban, kemudian langkah ke depan tentunya kita membuat jalur-jalur evakuasi kemudian menentukan titik kumpul di mana yang aman.
Dapatkan update berita dan informasi terbaru setiap hari dari Pemerintah Kabupaten Pemalang. Mari bergabung di Channel Telegram "Pemerintah Kabupaten Pemalang", caranya klik link https://t.me/pemkabpemalang, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Persoalan Kemanusiaan Harus Jadi Prioritas Utama
Selanjutnya